Candlestick
Sekarang kita masuk ke bagian candlestick. Sebenarnya cara baca candlestick ini sangat mudah. Tapi sebelumnya kalau boleh kita ulang terlebih dahulu beberapa istilah mengenai harga (dalam bahasa Inggris) untuk memudahkan pembahasan karena lebih singkat.
- Open (buka) merujuk kepada harga pembukaan sebuah periode (misal: hari);
- Close (tutup) merujuk kepada harga penutupan;
- High (tinggi) merujuk kepada harga tertinggi pada periode tersebut;
- Low (rendah) merujuk kepada harga terendah pada periode tersebut.
Untuk memudahkan pembahasan, kami mengambil periode yang paling umum, yaitu harian dalam semua pembahasan di bawah.
Perhatikan baik-baik gambar di bawah ini:
Penjelasannya sebagai berikut:
- Ada dua jenis candlestick, yaitu puth dan hitam (atau hijau dan merah, atau putih dan biru, tergantung program apa yang Anda pakai). Putih artinya harga naik hari itu. Hitam artinya harga turun pada hari itu.
- Jika candlestick tersebut punya “ekor” itu menunjukkan harga tertinggi dan terendah pada hari tersebut.
Sekarang, bagaimana cara candlestick menunjukkan harga akan terus naik atau terus turun, atau apa sihyang spesial dari candlestick? Jawabnya, tidak ada. Tunggu… tapi bukan berarti candlestick ini harus dikesampingkan begitu saja. Ini dasar sekali dari analisa teknikal. Satu hal yang cukup akurat (>50%) ditunjukkan oleh candlestick adalah pembalikan trend, dari turun ke naik, dan dari naik ke turun.
Candlestick digunakan sendiri tidak begitu bermakna, namun jika dikombinasikan dengan Bollinger Band, maka menjadi cukup baik dalam meramalkan pembalikan trend ini. Ada sistem swing yang didasarkan atas dua indikator ini saja. OK, kami coba ambil sebuah chart… ah coba ini saja (INCO)
Klik gambarnya agar lebih jelas. Di chart yang tidak lengkap di atas kami sertakan contoh kasus untuk INCO hingga saat kami menulis ini. Candlesticknya hijau (naik) dan merah (turun) di software kami. Ada tujuh bulatan di atas. Coba Anda identifikasi maksudnya masing-masing. Anda boleh melihat contekan dihttp://candlesticker.com. Sudah? Bingung?
OK, kami coba saja ya. Ikuti, tutup layar Anda dengan kertas setahap demi setahap sehingga Anda tidak dapat melihat gambar berikutnya. Kesalahan belajar candlestick adalah melihat data historis yang sudah ketahuan arahnya. Kami mengambil contoh kasus aktual. Sebenarnya yang penting adalah yang no.7 karena menentukan sikap Anda berikutnya (baca: masih bullish).
- Sampai di sini, INCO tampaknya masih dalam downtrend. Ada gerakan tiba-tiba di no.1 yang membuat seolah-olah hammer… tapi hal ini wajar terjadi setelah turun tajam hari sebelumnya. Istilahnya technical rebound. Keesokan harinya hijau, berarti mulai ada tanda pembalikan arah. Speculative buy! Kelanjutannya: aduh, ternyata turun, terpaksa cutloss di dekat harga yang No.1. (berarti candle yang ini salah dan kita cut loss lho…)
- Wah, ada bullish engulfing. Pertanda baik nih. Speculative buy lagi! Kelanjutannya: Lumayan, naik terus, semoga bisa dapat… eh, koq turun lagi, tapi masih hold karena belum kena modal.
- Deng deng sudah di modal lagi, harga turun tajam, tapi tanpa volume. Hold dulu, berharap technical rebound. Kelanjutannya: eh bener rebound, makin naik lagi…
- Breakout! Bullish engulfing lagi dengan volume besar. Tambah posisi! Kelanjutannya: setengah benar, karena akhirnya turun lagi. Lho… lho… lho… Turun pelan-pelan akhirnya sampai lagi ke modal average.
- Ada dragonfly dengan kaki panjang, lalu bullish engulfing lagi. Tambah posisi! Kelanjutannya: eh naik lho. (benar)
- Breakout lagi! Tambah posisi!
- Breakout lagi! Tambah posisi! Kelanjutannya: kita lihat nanti.
Dapat logikanya? Walaupun chart ini tidak lengkap, kita bisa melakukan sesuatu terhadap posisi kita. Istilahnya kita tidak buta. Walaupun salah, kita tahu di level mana kita salah (No.1) dan melakukan hal yang terbaik di posisi saat itu, dibandingkan dengan buy and hold menunggu posisi kembali yang tidak tahu kapan.
Tidak sampai sepuluh rasanya candlestick yang perlu dihafalkan (menurut kami tentunya). Ini:
- Hammer dan hanging man (bentuknya sama);
- Abadoned baby;
- Three white soldiers dan three black crows;
- Bullish engulfing dan bearish engulfing;
- Bullish harami dan bearish harami;
Ada juga istilah doji, yaitu candlestick tanpa badan seperti di no.3 dan no.5. Tidak ada yang spesial dalam urutannya. Ini gambar-gambarnya:
Nanti akan kami lanjutkan.
(Artikel ini adalah bagian dari seri Belajar Saham)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar