Senin, 05 Desember 2011

DAFTAR KODE SEKURITAS



KodeBroker Nama
AD  Kapita Sekurindo              
AF  Harita Kencana Securities     
AG  DONGSUH EFEK            
AH  MAKINTA EFEK            
AI  UOB KAY Hian EFEK       
AK  UBS EFEK INDONESIA      
AN  WANTEG Securindo              
AO  Elit Sekuritas ERDIKHA        
AP  PASIFIK MODAL               
AR  BINAARTHA Parama              
AT  PHINTRACO EFEK          
AY  Finan Corpindo NUSA           
AZ  SUCORINVEST TENGAH Gani      
BD  INDOMITRA EFEK          
BF  INTI FIKASA Securindo         
BJ  ANDALAN ARTHA ADVISINDO SEK.  
BK  JP Morgan EFEK Indones
BM  EFEK LUAR NEGERI           
BP  Bapindo Sekuritas BUMI        
BQ  DANPAC SEKURITAS              
BR  TRUST SECURITIES              
BS  EQUITY SECURITIES INDONESIA   
BW  BNP PARIBAS SECURITIES INDONES
BZ  BATAVIA PROSPERINDO SEKURITAS 
CC  MANDIRI SEKURITAS             
CD  MEGA CAPITAL INDONESIA        
CG  CITIGROUP SECURITIES INDONESIA
CP  VALBURY ASIA SECURITIES       
CS  CREDIT SUISSE SECURITIES IND  
DB  DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA 
DD  MAKINDO SECURITIES            
DG  TIGA PILAR SEKURITAS          
DH  SINARMAS SEKURITAS            
DM  MASINDO ARTHA SECURITIES      
DP  DBS VICKERS SECURITIES INDONES
DR  OSK NUSADANA SECURITIES       
DS  DINAR SECURITIES              
DU  REDIALINDO MANDIRI            
DX  BAHANA SECURITIES             
EL  EVERGREEN CAPITAL             
EP  MNC SECURITIES                
ES  EKOKAPITAL SEKURITAS          
FG  NOMURA INDONESIA              
FM  JJ NAB CAPITAL TBK            
FO  FORTE MENTARI SECURITIES      
FS  AMCAPITAL INDONESIA           
FZ  WATERFRONT SECURITIES IND.    
GA  BLOOM NUSANTARA CAPITAL       
GI  MAHASTRA CAPITAL              
GR  PANIN SEKURITAS Tbk.          
GW  HSBC SECURITIES INDONESIA     
HD  HD CAPITAL Tbk.               
HG  RBS ASIA SECURITIES INDONESIA 
HK  BRENT SECURITIES              
HP  HENAN PUTIHRAI                
ID  ANUGERAH SECURINDO INDAH      
IF  SAMUEL SEKURITAS INDONESIA    
IH  PACIFIC 2000 SECURITIES       
II  DANATAMA MAKMUR               
IN  INVESTINDO NUSANTARA SEKURITA 
IP  ASJAYA INDOSURYA SECURITIES   
IT  INTITELADAN  ARTHASWADAYA     
IU  INOVASI UTAMA SEKURINDO       
KC  MAJAPAHIT SECURITIES Tbk.     
KI  CIPTADANA SECURITIES          
KK  PHILLIP SECURITIES INDONESIA  
KS  KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk.   
KW  MADANI SECURITIES             
KZ  CLSA INDONESIA                
LG  TRIMEGAH SECURITIES Tbk.      
LH  NC SECURITIES                 
LK  RECAPITAL SECURITIES          
LS  RELIANCE SECURITIES           
MG  SEMESTA INDOVEST              
MI  VICTORIA SEKURITAS            
ML  MERRILL LYNCH INDONESIA       
MU  MINNA PADI INVESTAMA          
NI  BNI SECURITIES                
OD  DANAREKSA SEKURITAS           
OK  NET SEKURITAS                 
PC  FIRST ASIA CAPITAL            
PD  INDO PREMIER SECURITIES       
PF  DANASAKTI SECURITIES          
PG  PANCA GLOBAL SECURITIES       
PI  E-CAPITAL SECURITIES          
PK  PRATAMA CAPITAL INDONESIA     
PO  PILARMAS INVESTINDO           
PP  ALDIRACITA CORPOTAMA          
PS  PARAMITRA ALFA SEKURITAS      
QA  PRIME CAPITAL SECURITIES      
RB  NIKKO SECURITIES INDONESIA    
RF  BUANA CAPITAL                 
RG  PROFINDO INTERNATIONAL SECURIT
RO  NISP SEKURITAS                
RS  YULIE SEKURINDO               
RX  MACQUARIE CAPITAL SEC. IND.   
SC  SENNI CAHAYA                  
SH  ARTHA SECURITIES INDONESIA    
SM  MILLENIUM DANATAMA SEKURITAS  
SQ  DINAMIKA USAHAJAYA            
SS  SUPRA SECURINVEST             
TA  CITI PACIFIC SECURITIES       
TF  UNIVERSAL BROKER INDONESIA    
TP  TRANSASIA SECURITIES          
TS  DWIDANA SAKTI SEKURINDO       
TX  DHANAWIBAWA ARTA CEMERLANG    
XA  WOORI KORINDO SECURITIES INDON
XC  PRIMASIA SECURITIES           
XL  MAHAKARYA ARTHA SECURITIES    
YB  JASA UTAMA CAPITAL            
YJ  LAUTANDHANA SECURINDO         
YO  AMANTARA SECURITIES           
YP  eTRADING SECURITIES  (Full online)
YU  CIMB SECURITIES INDONESIA     
ZP  KIM ENG SECURITIES            
ZR  BUMIPUTERA CAPITAL INDONESIA  

Sabtu, 07 Mei 2011

BOLLINGER BAND

Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading.
Konsep Dasar
Bollinger Band ditemukan oleh John Bollinger pada awal tahun 80-an dan telah menjadi salah satu analisa teknikal yang banyak digunakan oleh para trader dan analis pasar. Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading. Dalam perhitungannya, Bollinger Band tidak menggunakan kalkulasi persentase seperti moving average pada umumnya, melainkan melalui penambahan dan pembagian kalkulasi standar deviasi.

Bollinger Bands

Apa artinya hal itu? Standar deviasi adalah sebuah rumus matematika yang mengukur volatilitas, menunjukkan bagaimana harga dapat berfluktuasi disekitar ‘nilai sebenarnya’. Hampir semua pergerakan harga dapat dipastikan bergerak diantara dua garis Bollinger.

Bollinger Band terdiri dari satu garis tengah dan dua garis channel harga, satu diatas garis tengah dan satu dibawah. Garis tengah adalah sebuah exponential moving average, bisa juga menggunakan simple moving average dan garis channel adalah standar deviasi dari harga. Garis channel harga akan bergerak meluas dan menyempit sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Garis tengah digunakan sebagai basis untuk menghitung garis atas dan garis bawah.
Rumus Bollinger Band
Untuk menghituing Bollinger, biasanya 20 periode akan digunakan sebagai default, tetapi angka ini bisa saja disesuaikan dengan keinginan dan tujuan kita.
Garis Tengah Bollinger Band = Exponensial/Simple Moving Average 20 PeriodeGaris Atas Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger + (2 * Standar Deviasi 20 Periode)Garis Bawah Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger – (2 * Standar Deviasi 20 Periode)

Dua hal penting yang didapat dari Bollinger Band adalah kisaran (BandWidth), ukuran relative dari jarak antar garis, dan %b, ukuran dimana posisi harga terakhir dibandingkan dengan garis Bollinger.BandWidth = (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger) / Garis Tengah Bollinger%b = (Harga Terakhir – Garis Bawah Bollinger) / (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger)

MAIN SAHAM TIDAK MUDAH

Memulai Main Saham Sangatlah Mudah

Beberapa tahun belakangan ini—ketika banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan internet trading—calon investor di Bursa Efek Indonesia bisa mulai main saham dengan modal hanya Rp 5 juta. Syarat-syarat administrasi juga sangat mudah: mengisi formulir lalu melampirkan fotokopi KTP dan NPWP. Selang beberapa hari sang investor sudah bisa mulai jual-beli saham melalui internet.

Amat sangat mudah. Amat sangat cepat.

Saking mudah dan cepatnya proses untuk memulai main saham ini, banyak orang awam yang berangan-angan untuk berhenti dari pekerjaannya yang membosankan, mulai berbisnis main saham, dan menjadi kaya dalam beberapa tahun.

Lagi-lagi saya akan membuyarkan mimpi indah ini.

(Saya kadang merasa sangat jahat selalu membuyarkan mimpi indah orang. Tapi saya akan merasa lebih bersalah kalau membiarkan investor awam menghamburkan dan menghabiskan semua tabungannya di bursa saham karena ia tidak pernah diperingati bahwa main saham sebenarnya sangat sulit.)

Mudah untuk memulai main saham—istilah kerennya low barrier-of-entry—tidak berarti mudah pula untuk mendapat UNTUNG dari main saham. Malahan sebaliknya.


Mengapa?


Bisnis apapun yang barrier-of-entry (halangan untuk masuk)-nya rendah berarti siapapun bisa masuk. Kalau siapapun bisa masuk, berarti persaingan sangatlah ketat. Dengan persaingan ketat ini berarti sangatlah sulit untuk sukses.

Coba anda pikirkan, adakah bisnis atau profesi yang mana dapat dilakukan siapa saja dan yang mana pelakunya sukses semua. Kalau ada, pasti semua orang sudah masuk ke bisnis atau profesi tersebut dan tidak ada lagi orang melakukan bisnis dan profesi lain. Secara logika, hal ini tidak mungkin ada.

Logika bahkan mendikte bahwa bisnis dengan low barrier-of-entry harus bersifathigh barrier-to-succeed (halangan tinggi untuk sukses). Artinya, para pelaku bisnis itu akan terseleksi secara alamiah: yang berkemampuan (fisik, mental, pengetahuan, keahlian, finansial, dan lain-lain) rendah akan tersingkir, yang berkemampuan sedang akan bertahan untuk hidup layak, dan hanya segelintir yang berkemampuan tinggi akan menggapai sukses.

Cukup banyak orang yang punya suara yang indah, tapi berapa banyak yang sukses jadi penyanyi? Ada banyak orang yang pandai memasak, tapi berapa banyak yang sukses menjadi wiraswasta restoran? Banyak orang membuka usaha warung, tapi berapa yang sukses? Ada banyak orang yang punya modal Rp 5 juta untuk mulai main saham, tapi berapa banyak yang bisa kaya dari saham?

Saya tidak mengatakan bahwa seorang pemula tidak mungkin sukses main saham. Kemungkinan selalu ada. Yang saya katakan di sini adalah: Jangan menyamakan kemudahan untuk mulai main saham (low barrier-of-entry) dengan kemudahan untuk menjadi sukses dari main saham (low barrier-to-succeed). Anda malahan harus menyadari kebalikannya:

Jumat, 11 Februari 2011

HARGA PASAR SAHAM

Faktor yang mempengaruhi pergerakan harga pasar saham ; Faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham menurut Weston dan Brigham (1993:26-27) adalah proyeksi laba per lembar saham, saat diperoleh laba, tingkat resiko dari proyeksi laba, proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, serta kebijakan pembagian deviden. Faktor lainnya yang dapat mempengarahi pergerakan harga saham adalah kendala eksternai seperti kegiatan perekonomian pada umumnya, pajak dan keadaan bursa saham.

Investasi haras henar-benar menyadari bahwa di samping akan memperoleh keuntimgan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengalami kerugian. Keuntungan atau kerugian tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan investor menganalisis keadaan harga saham rnerapakan penilaian sesaat yang dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk diantaranya kondisi [performance) dari perusahaan, kendala-kendala eksteraal, kekuatan penawaran dan permintaan saham di pasar, serta kemampuan investor dalam menganalisis investasi saham. Menurut Sawidji (1996:81) : "Faktor utama yang menyebabkan harga saham
adalah persepsi yang berbeda dari masing-masing investor sesuai dengan informasi yang didapat".

Saham merupakan representasi kepemilikan kita atas suatu perusahaan. Logikanya, harga saham akan mengikuti kinerja perusahaan. Harga saham akan sesuai dengan nilai dari perusahaan tersebut.

Kenyataannya sering tidak seperti itu. Masing-masing investor memiliki persepsi masing-masing mengenai nilai suatu perusahaan. Persepsi investor inilah yang terwujud dalam transaksi suatu saham. Oleh karenanya sering harga saham tidak mencerminkan kinerja suatu perusahaan.

Alasan itulah yang menjadikan banyak orang yang memilih jalur sebagai trader Technical analysis tidak sekedar membaca chart dan indikator. Lebih jauh daripada itu, seorang trader harus mampu menerjemahkan psikologi para investor yang terlihat dalam chart.

Kebanyakan teori mengenai investasi didasarkan pada sebuah asumsi bahwa pelaku pasar akan bertindak secara rasional dalam mengambil keputusan. Asumsi ini pula yang melahirkan teori pasar efisien. Katakanlah saham A dan B saat ini diperdagangkan pada harga yang sama, yaitu Rp 1.000,00. Berdasarkan penilaian kita, harga saham A seharusnya bernilai Rp 1.400,00, sedangkan harga saham B berdasarkan metode yang sama seharusnya harganya hanya Rp 800,00.

Sebagai seorang investor yang rasional, tentu saja kita akan memutuskan untuk membeli saham A yang harganya berpotensi untuk naik sebesar 40% dan tidak membeli saham B karena harganya sudah terlalu mahal. Apa yang terjadi? Setelah kita membeli sejumlah saham A, ternyata harganya turun menjadi Rp 900,00. Saham yang kita rasakan terlalu mahal malah naik menjadi Rp 1.300,00. Aneh bukan? Sekali lagi saya katakan, Anda tidak sendirian. Banyak sekali investor yang pernah mengalami hal seperti itu. Mungkin Anda akan bertanya, kalau memang harga suatu saham tidak bisa diprediksi, apa gunanya kita melakukan analisis yang rumit untuk mengambil keputusan membeli atau menjual suatu saham? Toh, harganya tidak sesuai dengan ekspektasi kita.

NILAI BUKU SAHAM

Nilai Buku Sebagai Pedoman Investasi

Senin, 14 April 2008 - 11:52 wib
Artikel ini Disajikan oleh Tim BEI
Sudah membaca laporan keuangan emiten untuk tahun buku yang berakhir 2007 membaca sekaligus menganalisa laporan keuangan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seorang investor. Sebab, yang paling relevan bagi saham yang Anda beli adalah dengan melihat kinerja operasional perusahaan tersebut dalam setahun berjalan. Kalau memang bagus dan sesuai dengan harapan, tentunya sebagai investor akan tetap stay pada saham tersebut. Seperti yang kita pahami membeli saham adalah membeli prospek, bukan membeli harga saham pada saat ini.

Sebagaimana kebanyakan pakar investasi dan para analis mengatakan bahwa investasi pada instrumen efek yang bernama saham ini memang bukan investasi yang sekadar membeli lalu menjual, dengan hasil keuntungan berupa capital gain. Investor yang paham dan akan mengkombinasikan antara kondisi riil di pasar dengan kebutuhan dan tujuan investasinya di pasar modal. Itu artinya sebelum berinvestasi seorang investor perlu menetapkan terlebih dulu tujuan investasinya. Dan umumnya investasi di pasar modal sifatnya jangka panjang. Sebab, catatan historical investasi saham di bursa mana pun di seluruh dunia selalu mencatat bahwa dalam jangka panjang investor yang berinvestasi pada saham akan memperoleh return yang menguntungkan. Untuk itu sebelum berinvestasi perlu diyakinkan bahwa investasi yang dilakukan merupakan investasi dengan tujuan jangka panjang. Hal itu perlu dipastikan mengingat tidak jarang, investor yang mencoba "main-main" dalam investasi saham ini ternyata tidak sedikit yang harus tutup buku beberapa hari setelah ia memulai investasi.

Investor model ini boleh jadi kita samakan dengan sepekulator, tidak memiliki pedoman dalam investasi. Boleh jadi mereka hanya melihat pasar sebagai peluang untuk memperoleh income sesaat. Beli lalu jual. Pilihan saham yang menjadi sarana investasi juga tidak peduli. Saham A lagi ramai ikut membeli, lalu ikut menjual ketika ramai-ramai investor menjual. Yang begini biasanya tidak langgeng. Dan umumnya akan segera gulung tikar karena tidak memiliki tujuan investasi. Karenanya agar terhindar dari hal itu, investor perlu menetapkan tujuan dan pedoman investasinya. Dengan memiliki tujuan, dengan sendirinya ia akan memiliki pedoman dan konsep dalam berinvestasi. Kita tahu banyak konsep yang ditularkan para investor dalam berinvestasi saham. Trik dan strategi begitu mewarnai fluktuasi harga saham. Namun apapun alasannya tetap bahwa ilmu, trik dan strategi yang akan ditularkan itu tetap berdasarkan asumsi yang wajar dengan sumber yang sudah pasti yakni laporan keuangan. Kenapa mesti laporan keuangan yang menjadi pedoman?

Kalau investasi pada saham hanya berpedoman pada kondisi pasar rasanya kurang bijaksana. Sebab pasar tiap kali berubah, satu detik dari saat ini boleh jadi mengalami kenaikan, dan semenit kemudian boleh jadi turun. Kalau pasar yang diikuti dalam investasi tampak bahwa investor tidak akan optimal dalam menangguk untung. Karena itu pasar sebaiknya dijadikan acuan untuk memutuskan kebijakan investasi. Boleh jadi saham yang secara rill (nilai buku) harganya tinggi, tapi karena kondisi pasar yang buruk justru harganya menjadi murah. Jadi harga yang terbentuk oleh pasar sangat tidak logis. Dalam kondisi pasar yang turun seperti saat ini agaknya kondisi rill saham dengan kondisi pasar akan sangat jauh berbeda. Laporan keuangan, secara detail akan menjelaskan hal itu. Untuk itu bagi investor sebelum melakukan transaksi disarankan untuk melihat dulu mengenai laporan keuangan emiten yang sahamnya akan dibeli itu. Untuk melihat apakah kondisi harga riil (nilai buku) sebuah saham akan sama dengan nilai pasarnya, investor juga tidak perlu bersusah payah menganalisanya. Cukup melihat neraca (balanced sheet) bagian yang paling sederhana dari sebuah laporan keuangan. Sesuai asal kata neraca yang mencerminkan keseimbangan antara sisi Aktiva (Kekayaan) dan sisi Passiva (Kewajiban dan Ekuitas).

Dengan berpedoman pada neraca ini saja seorang investor sudah bisa menerka nilai rill dari sebuah saham. Neraca dibagi lagi dalam dua bagian besar yaitu aktiva (aset) yang merupakan sisi kekayaan dan investasi dari perusahaan, dan passiva yang berisikan kewajiban dan ekuitas yang merupakan daftar dari utang dan kewajiban perusahaan baik jangka pendek maupun panjang, serta investasi yang ditanam pemilik atau jumlah saham yang dikeluarkan (untuk perusahaan publik). Dalam sebuah neraca bisa dikelompokkan pada 5 bagian, yakni 2 bagian aktiva yaitu Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap dan 3 bagian Pasiva, yaitu Hutang Lancar, Hutang Jangka Panjang dan Ekuitas. Breakdowm lagi maka Aktiva lancar (Current Asset) merupakan kekayaan berupa harta likuid atau dapat digunakan untuk berinvestasi atau membayar utang dalam waktu dekat (biasanya di bawah satu tahun), contohnya adalah uang kas, deposito, investasi jangka pendek, barang jadi, dan piutang usaha. Aktiva Lancar disusun berurutan dari atas ke bawah berdasarkan likuiditasnya, atau urutan seberapa cepat asset tersebut bisa diubah menjadi uang. Sedangkan Aktiva Tetap (Fixed Asset) merupakan kekayaan berupa barang investasi yang tidak likuid atau tidak dapat diuangkan secara cepat tanpa menimbulkan penurunan dalam penilaiannya. Contohnya adalah tanah, gedung, kendaraan bermotor, mesin-mesin produksi, dan juga aktiva lain yang tidak berwujud seperti hak paten, royalti, dan hak merek. Sedangkan pada sisi passiva terdiri atas kewajiban Jangka Pendek (Current Liabilities) adalah kewajiban yang mesti dilunasi dalam jangka waktu satu tahun, contohnya adalah utang usaha, utang pajak, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun.

Kewajiban Jangka Panjang (Long Term-Liabilities) merupakan kewajiaban yang jatuh tempo di atas satu tahun contohnya adalah utang bank, utang obligasi, utang sewa guna usaha, dan lain-lain. Sedangkan Ekuitas (Shareholders Equity) terdiri dari modal saham, tambahan modal disetor, dan laba ditahan. Kalau kita sederhanakan seluruh pos yang ada dalam aktiva itu (aktiva tetap dan aktiva lancar) adalah total asset (TA) sedangkan seluruh pos yang ada dalam passiva menjadi total utang (TU) maka dapat diketahui berapa nilai buku dari saham emiten itu. Caranya yakni dengan membagi hasil pengurangan total aktiva dengan total utang dengan jumlah saham yang beredar (ekuitas). Namun yang perlu diingat bahwa hasil bagi tersebut belum dapat dikatakan sebagai nilai riil dari saham, sebab mungkin saja hasil bagi justru lebih rendah atau lebih tinggi. Untuk itu perlu diketahui bentuk aset yang dimiliki emiten tersebut, kalau lebih banyak berbentuk properti, gedung, tanah dan sebagainya bisa jadi nilai riilnya akan bertambah besar lagi (perlu dketahui pencatatan akun atas aktiva tetap tersebut dibuat sesuai dengan tahun terakhir laporan keuangan dibuat) hal inilah yang menyebabkan kalau total aktiva itu dinilai ulang (revitalisasi) besar kemungkinan harganya menjadi lebih tinggi lagi.

Belum lagi dari aset-aset tak berwujud lainnya seperti merek (branded) yang tentunya tidak bisa dihitung secara uang, karena bersifat goodwill. Karena sifat aktiva yang variatif itu, kendati nilai bukunya rendah investor saham tetap memberikan nilai lebih atas harga saham emiten di pasar, begitu pula sebaliknya. Karena itu nilai buku sebuah perusahaan layak untuk diketahui oleh investor saham karena dengan mengetahui nilai buku ini investor bisa mengetahui apakah harga saham yang dibentuk pasar adalah undervalued atau overvalued, sehingga dalam menentukan pilihan investasi investor selalu memiliki pedoman dan tidak akan terombang-ambing oleh kondisi pasar. (tim bei) (//mbs)

CANDLESTICK PATTERN

The Bullish Candlestick Formations 
Ini semua adalah Bullish pattern. Beberapa diantaranya menandakan strong bullish pattern. Sedikit panduan sederhana, apabila ditemukan formasi-formasi berikut maka kemungkinan yang terjadi adalah sebuah trend bullish akan segera terjadi.


Hammer – Anda pasti dapat menduga mengapa disebut hammer. Hammer terjadi setelah trend menurun yang kuat. Jika terjadi setelah trend menguat yang tajam maka disebut hanging man. Bentuknya seperti bullish pattern dengan lowest price yang dalam serta tidak memiliki highest price.
Piercing Line – Candle pertama adalah bear candle yang panjang diikuti bull candle yang juga panjang. Bull candle muncul dibawah bear candle tetapi tidak sampai separuh dari bear candle.
Bullish Engulfing Lines – Merupakan bullish pattern yang kuat dan terjadi setelah downtrend yang cukup besar (dan biasanya merupakan trend balik / reverse). Terjadi ketika bearish kecil disusul bullish yang besar.
Morning Star – Pattern seperti ini menandakan harga telah mencapai titik bawah (support) yang potensial. Munculnya star (candle yang ditengah) mengindikasikan akan terjadi trend balik bila diikuti bullish pada candle berikutnya. Star dapat berupa bull candle atau bear candle.
 Bullish Doji Star – Star seperti ini menunjukan trend balik yang sifatnya masih tidak pasti. Jika tidak ada indikator pendukung lainnya yang memastikan trend akan berlangsung, disarankan untuk wait and see terlebih dahulu.
Long Bearish Candle – Bearish candle terjadi ketika harga dibuka dekat pada highest price dan ditutup dekat pada lowest price.
Hanging Man – Terjadi setelah uptrend yang signifikan. Terdiri dari dua candle dengan lowest price yang jauh kebawah tanpa highest price. Pattern seperti ini adalah kebalikan dari hamer pada bullish candlestick formation.
Dark Cloud Cover – Merupakan bearish pattern . Akan lebih kuat pengaruhnya apabila candle kedua muncul dibawah dari bullish candle pertama.
Bearish Engulfing Lines – Merupakan bearish pattern yang cukup kuat apabila terjadi setelah uptrend dan merupakan reverse pattern. Terjadi setelah bullish candle kecil diikuti bearish candle yang besar.
Evening Star – Menunjukan bahwa harga sudah mencapai titik  resistance point-nya. Star (candle yang ditengah) menunjukkan kemungkinan terjadi trend balik berupa bearish. Star dapat berupa bear candle atau pun bull candle.
Doji Star – Seperti pada bullish doji star, demikian doji star seperti ini menunjukan bearish trend dengan periode yang tidak pasti. Diperlukan penguat seperti evening star untuk memastikannya.
Shooting Star – Merupakan trend balik minor. Star harus memiliki highest price yang cukup panjang untuk dapat dikatakan shooting star.

Neutral Candlestick Formations 

Formasi candlestick netral tidak menunjukkan uptrend maupun downtrend. Untuk keadaan seperti ini disarankan wait and see.

Spinning Tops – Benar-benar simetris dan jarak antar open dan close tidak terlalu besar. Tidak ada kepastian apa yang akan terjadi setelahnya.
Doji – Seperti Doji pada formasi bullish atau pun bearish. Posisi seperti ini menandakan ketidak pastian trend yang akan terjadi serta periodenya.
Double Doji – Nah untuk model double doji seperti ini kemungkinan yang akan terjadi adalah “breakout” untuk ketidak pastian yang terjadi. Namun demikian model breakout yang akan terjadi tetap tidak dapat dipastikan dari hanya formasi ini. Harus ada pendukung lainnya.
Harami – Model seperti ini mengindikasikan berkurangnya momentum trend yang akan segera diikuti berakhirnya trend. Terdiri dari candle dengan ukuran yang lebih kecil berada ditengah-tengah candle yang lebih besar sebelumnya. Pada contoh disamping menandakan berakhirnya bullish trend karena bullish disusul oleh bearish candle yang lebih kecil.

Reversal Candlestick Formations 
Nah, formasi ini khusus untuk trend balik / reversal.

Long-legged Doji –Sering menunujukkan titik balik. Terjadi ketika open dan closing price adalah sama dengan highest dan lowest price relatif besar.
Dragonfly Doji – Juga merupakan titik balik. Hanya saja disini menunjukkan bahwa lowest price-nya jauh lebih besar dibanding highest price.
Gravestone Doji – Open dan close serta lowest price adalah sama. Sementara highest price jauh meninggi.
Stars – Nah ini adalah bintang reverse. Posisinya berada diatas dari candle sebelumnya yang berjenis sama. Seperti pada formasi lainnya, kondisi seperti ini menunjukkan reversal trend mungkin terjadi.

Setelah saya bentangkan begitu banyak formasi, pastilah timbul pertanyaan dalam diri Anda: Ada begini banyak formasi, bagaimana dapat saya gunakan secara efektif untuk digunakan dalam ber-trading?

Jawabannya sederhana (meski tidak semudah menuliskannya disini). Sering-seringlah digunakan dan melihat referensi!! Itu saja, maka Anda akan terbiasa. Saya sendiri sejujurnya (jujur nih…J) tidak hafal semua formasi yang ada. Hanya beberapa yang saya anggap penting saja. Dan yang perlu diingat, konfirmasi hanya dengan membaca formasi seringkali menimbulkan false signal. Perlu dukungan yang lebih kuat dengan keberadaan indikator lainnya. Hal lainnya lagi, indikasi yang diberikan dalam candlestick formation biasanya hanyalah memberikan indikasi trend dalam jangka waktu yang sangat pendek (tidak lebih dari 7 candle). Sulit menentukan trend dalam jangka waktu panjang dengan candlestick.

Sabtu, 05 Februari 2011

PROSPEKTUS SAHAM


PROSPEKTUS

Prospektus merupakan informasi atau dokumen penting dalam proses penawaran umum, baik saham maupun obligasi. Dalam prospektus terdapat banyak informasi yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang melakukan penawaran umum.
Penawaran Perdana Saham atau Initial Public Offering merupakan kegiatan yang dilakukan emiten untuk menjual saham baru kepada masyarakat umum. Emiten berharap semua saham yang lepas ke publik dapat terserap sepenuhnya sehingga target pendapatan yang diharapkan dapat terpenuhi. Sebaliknya, para pemodal berharap mendapatkan keuntungan dengan membeli saham tersebut, baik berupa dividen, capital gain, maupun hak-hak lain sebagai pemegang saham.
Dengan adanya prospektus, pemodal mendapatkan seluruh informasi penting dan relevan sehubungan dengan kegiatan penawaran tersebut sehingga pemodal dapat mengambil keputusan investasi secara tepat.
Beberapa bagian penting dari Prospektus yang perlu diperhatikan calon investor:
* Jumlah saham yang ditawarkan
Bila perusahaan menawarkan saham, maka informasi mengenai jumlah saham yang akan ditawarkan juga perlu diketahui oleh calon investor, karena jumlah saham yang ditawarkan menunjukkan berapa besar bagian dari modal disetor yang akan dimiliki publik. Semakin banyak jumlah saham yang ditawarkan, maka perdagangan saham tersebut akan semakin likuid di Bursa.
* Nilai nominal dan harga penawaran
Nilai nominal adalah nilai yang tertera pada surat saham yang akan dicantumkan pada setiap saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Harga saham yang akan ditawarkan bisa berbeda dengan nilai nominal saham. Harga saham yang ditawarkan disebut harga penawaran.
* Bidang usaha
Informasi mengenai bidang usaha yang saat ini dijalankan oleh perusahaan perlu diketahui oleh calon investor, dengan informasi tersebut kita dapat pula mengetahui perusahaan tersebut berada pada sektor industrinya, potensi pertumbuhan, tingkat persaingan, resiko bisnis yang ada dan informasi penting lainnya yang menyangkut bidang usaha emiten tersebut.
* Riwayat singkat Perusahaan
Informasi ini memberikan keterangan tentang riwayat singkat pendirian perusahaan tersebut, sehingga calon investor dapat mengetahui sudah berapa lama perusahaan tersebut didirikan dan beroperasi.
* Tujuan go public (rencana penggunaan dana)feature 247x300 PROSPEKTUS
Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum diberikan secara persentasi dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
* Kegaiatan dan prospek usaha
Pada dasarnya seorang investor yang membeli saham adalah membeli prospek usaha dari perusahaan tersebut. Karena itu kegiatan dan prospek usaha dari perusahaan tersebut termasuk anak perusahaannya perlu diketahui oleh calon investor.
* Resiko usaha
Setiap investasi tidak terlepas dari resiko yang mungkin dihadapi. Untuk itu calon investor haruslah mengetahui kemungkinan resiko yang dihadapi oleh perusahaan.
* Kebijakan dividen
Informasi yang diberikan dalam bentuk rentang jumlah persentase dividen tunai yang direncanakan yang dikaitkan dengan jumlah laba bersih.
* Kinerja keuangan perusahaan
Dengan mengetahui data keuangan masa lalu, maka dapat dibuat suatu perkiraan (analisa trend) untuk tahun-tahun berikutnya. Paling tidak calon investor mengetahui perkembangan keuangan perusahaan lima tahun terakhir.
*Agen-agen penjual
Agen penjual merupakan perusahaan-perusahaan efek yang ditunjuk oleh penjamin emisi untuk bertindak selaku agen penjual dalam rangka memasarkan saham-saham yang ditawarkan pada penawaran umum. Investor yang akan melakukan pemesanan saham harus menghubungi agen-agen tersebut.