Jumat, 06 April 2012

MANAGEMENT RESIKO


Pengertian Manajemen Resiko
  • Dasar manajemen resiko
  • Pengertian resiko setiap transaksi
  • Pengertian mengenai resiko pasar
  • Risk to reward ratio dan Pareto principle
Manajemen resiko seseorang yang bekerja atau berwirausaha di kawasan strategis, setiap harinya berhadapan dengan kondisi jalanan yang macet. Seseorang tersebut bisa saja yakin dapat sampai di kantor tepat waktu. Namun, tentu kondisi di jalanan tidak ada yang tahu, misalnya pohon tumbang akibat hujan sebelumnya, atau jalanan ditutup atau faktor lain yang dapat menyebabkan terhalangnya perjalanan.

Kemampuan seseorang tersebut dalam mengelola ketidakpastian di jalanan adalah salah satu bentuk manajemen resiko.

Sama halnya dengan dunia finansial. Resiko adalah ketidakpastian yang bakal terjadi dari setiap situasi dan keputusan yang kita ambil. Hanya saja konsekuensi dari manajemen resiko tersebut adalah berkurang atau hilangnya sebagian dana kita.

Manajemen resiko membantu Anda untuk mengenali resiko apa saja yang mungkin dihadapi dan apa saja cara yang perlu dipersiapkan untuk menghadapinya.
{break}
Manajeman Resiko penting yang perlu diperhatikan
Dalam trading, manajemen resiko sangat dibutuhkan, karena banyak resiko yang Tentunya banyak jenis resiko yang ada di alam ini yang senantiasa mengintai Anda dalam melakukan aktifitas trading. Dua risiko penting adalah:

1. Manajemen Resiko trading/bertransaksi

Manajemen resiko trading adalah resiko yang Anda ambil ketika menentukan seberapa besar modal dan volume transaksi yang dilibatkan dalam setiap keputusan. Resiko jenis ini sepenuhnya dibawah kontrol Anda.
a. Resiko total equity 

Manajemen resiko Profesional biasanya menganjurkan resiko total dibatasi maksimum hanya sampai 20-30%, jika Anda cukup confident, maka Anda bisa menyesuaikannya.

b. Resiko per kali masuk posisi 

Setelah Anda menentukan batasan resiko equity, barulah manajemen resiko stoploss dapat ditentukan. Metode untuk menentukan stoploss beraneka ragam. Tapi sebaiknya manajemen resiko anda harus melihatnya dari total equity.
Tabel 1 di bawah memberikan gambaran manajemen resiko, bahwa semakin banyak resiko yang Anda ambil, semakin sedikit transaksi yang dapat dieksekusi. Jika Anda ingin menggunakan 1% dari total equity dalam setiap transaksi, maka Anda memiliki 100 kali kesempatan transaksi. Jika Anda memilih 5% dari total ekuiti, Anda akan memiliki 20 kesempatan. Hal ini perlu di pertimbangkan manajemen resikonya agar Anda dapat menemukan rasio risk reward yang sesuai.
manajemen resiko
Tabel. 1 Perbandingan resiko per transaksi dan kesempatan
Dalam tabel tersebut, dapat dilihat bahwa semakin besar presentase resiko, maka semakin mengecil jumlah kesempatan yang kita miliki. Banyak pihak, menyarankan manajemen resiko tidak boleh lebih besar dari 2% total ekuiti per transaksi, sehingga walaupun 25 kali kesalahan terjadi berurutan, Anda masih memiliki 50% ekuiti untuk dapat memulihkan kinerja trading.
{break}
2. Market risk

Manajemen resiko ini adalah resiko yang sudah dimiliki oleh pasar dengan sendirinya, baik sebelum Anda terlibat didalam maupun sesudah itu. Anda sama sekali tidak dapat melakukan apa-apa terhadap jenis resiko ini, kecuali mengenal menganalisa dan mencari cara mengatasinya.

Setiap instrumen trading memiliki keunikan tersendiri, 3 manajemen resiko terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah:

Perubahan harga dan volatilitas


Yang pertama dan yang paling dasar adalah perubahan harga pasar. Perubahan ini tentunya akan menciptakan manajemen resiko tersendiri bagi aktifitas trading Anda. Saham yang berkapital besar biasanya bergerak lebih stabil dibanding yang berkapital kecil. Forex dan index juga sama, beberapa index dan mata uang bergerak lebih stabil dibanding yang lain.

Volatilitas yang tinggi, terutama jika dibarengi dengan range pergerakan yang besar, dapat memaksa Anda untuk melonggarkan batasan resiko yang sudah Anda tentukan, misalnya manajemen resiko dengan cara menempatkan stop loss yang lebih jauh.

Liquidity risk

Untuk melikuidasi posisi saham, biasanya data Anda akan di input dalam daftar antrian. Jika pasar dalam keadaan turun, dan pembeli sulit ditemukan, Anda mungkin tidak dapat melikuidasi posisi hingga kerugian besar menimpa Anda. Resiko seperti ini juga harus dipertimbangkan dalam manajemen resiko, dan mencari cara untuk mengatasi kerugian yang mungkin timbul tersebut, Anda bisa saja, misalnya, melakukan shot sell (jika memungkinkan) atau melakukan hedging di pasar future atau pasar CFD.

Manajemen resiko likuiditas seperti ini bagi instrumen futures atau derivative lain sangat minim, terutama setelah adanya aktifitas online trading, yang memungkinkan pelaksanaan transaksi secara elektronik.

Risiko leverage dan margin

Resiko leverage dapat diartikan sebagai manajemen resiko yang muncul akibat penggunaan skala modal yang lebih besar dibanding modal yang disetorkan. Misalnya Anda dapat membeli atau menjual suatu instrumen seharga $ 100,000,- dengan hanya menyetorkan jaminan dana sebesar $1,000. Jaminan tersebut bukanlah jumlah maksimum kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda, namun sebagian dari modal total yang Anda setorkan juga turut menanggung resiko tersebut. Hal ini terjadi karena leverage mengandung dana pinjaman dan kita harus membayarnya kepada broker jika transaksi berjalan buruk.

Overnight risk

Untuk manajemen resiko instrumen berjangka, Anda menyimpan posisi overnight. Berita tertentu dapat menyebabkan market untuk bergerak di arah yang diinginkan atau sebaliknya. Terkadang, anda tidak dapat menyimpan order likuidasi ketika market tutup. Sehingga nenyimpan posisi overnight merupakan manajemen resiko yang perlu dipertimbangkan.

Contohnya: untuk Lehman Brothers (LEH). Sehari sebelum pengumuman kebangkrutan, saham LEH menutup pada harga $4.00. Pada hari kebangkrutan, LEH membuka pada harga $0.24. Penurunan ini adalah sebesar 94% dalam sehari. Posisi jual akan menghasilkan keuntungan luar biasa pada hari itu, sebaliknya posisi beli akan menggerus keseluruhan modal.
{break}
Asumsi manajemen resiko yang perlu diperhatikan

Dalam menyusun manajemen resiko, ada tiga hal yang perlu Anda pertimbangkan sebagai bahan dasar pengelolaan resiko Anda, yang pertama adalah rasio risk to reward, kedua adalah rasio win loss dan yang ketiga adalah prinsip Pareto.

1. Risk to Reward Ratio

Adalah manajemen resiko rasio yang digunakan untuk membandingkan potensi keuntungan dengan resiko dalam setiap pengambilan keputusan transaksi. Risk reward ratio dalam hal ini berbeda dengan yang umumnya dipahami, dalam dunia trading istilah tersebut digunakan sangat sederhana sebagai sebuah gambaran tentang manajemen resiko yang Anda akan ambil untuk mendapatkan sejumlah tertentu keuntungan.

Misalnya jika Anda memiliki rasio risk reward 5:1, bukan berarti bahwa Anda secara nyata menerima keuntungan 5 kali lebih besar dibanding resiko. Sekali lagi bahwa hal ini adalah rasio bukan fakta.

Untuk menyusun rasio risk reward bagi setiap orang akan berbeda-beda dan bersifat subjektif. Investor bermodal besar akan memiliki tingkat penerimaan terhadap resiko lebih besar dibanding pemodal kecil. Faktor personal lain manajemen resiko, seperti tujuan, karakter dan usia juga berpengaruh dalam menyusun rasio.

Untuk menyesuaikan rasio tersebut ke dalam aktifitas transaksi manajemen resiko juga tidak terlalu rumit, ada banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan merubah komposisi modal, stop loss atau bahkan dengan merubah exit point.

Menyusun rasio anda sendiri

Penyusunan manajemen resiko reward tidak perlu rumit, bahkan sangat sederhana . Anda hanya perlu menjawab dua pertanyaan di bawah ini;
  1. Berapa jumlah keuntungan yang Anda inginkan dari setiap transaksi? Berapa jumlah dana yang rela Anda tempatkan ke dalam resiko untuk mendapatkan keuntungan tersebut?
     
  2. Setelah Anda menjawabnya, bagilah jumlah keuntungan tersebut terhadap jumlah resiko yang Anda relakan, dan hasilnya Anda telah mendapatkan rasio risk reward Anda sendiri.
2. Win Loss Ratio

Rasio ini bermaksud mengukur seberapa besar presentase manajemen resiko kemenangan berbanding kerugian yang dihasilkan oleh sistem trading Anda.

Untuk mendapatkannya, Anda tentunya harus memiliki sistem manajemen resiko terlebih dahulu, susunlah sistem tersebut dan uji hasilnya baik dalam bentuk back testing ataupun forward testing dengan menggunakan demo account.

Anda juga dapat melakukannya dengan test visual melalui grafik jika itu mudah dilakukan. Setelah itu, catatlah hasil berapa kali sistem tersebut menghasilkan keuntungan dan berapa kali menghasilkan kegagalan. Dengan demikian manajemen resiko Anda telah mendapatkan win loss ratio.
{break}
3. Pareto Principle

“Vital few and trivial many”. Prinsip Pareto mengatakan bahwa 20% dari sesuatu itu selalu mendatangkan hasil 80%. Atau dengan kata lain, 80% hasil diperoleh dari 20% aktifitas, dan 20% dari hasil selalu diperoleh dari 80% aktifitas. Dalam artian trading, profit yang efektif itu datang hanya dari sebagian kecil (20%) aktifitas transaksi Anda.

Anda tidak harus mengadopsi angka prinsip ini secara persis, yang terpenting yang harus kita pahami adalah bahwa kebanyakan dari aktifitas trading biasanya hanya menyumbang sebagian kecil bagi pertumbuhan modal kita.

Sebagai contoh manajemen resiko, katakanlah sebuah metode memiliki probabilitas 60% kekalahan dan 40% kemenangan. Prinsip diatas dapat berjalan seperti ilustrasi dibawah;

10 Transaksi EUR/USD; setiap transaksi memiliki SL 50 poin dan TP 100. 6 dari transaksi tersebut terkena stoploss dan menghasilkan kerugian, 4 lainnya menghasilkan keuntungan.
  • 6 Transaksi Loss x 50 poin (pips) x $10/poin =- $3,000
  • 4 Transaksi Profit x 100 poin x $10/poin = +$4,000
  • Net Profit/ Loss = +$1,000
Artinya bahwa dengan mengelola manajemen resiko trading Anda, metode yang buruk sekalipun masih dapat Anda manfaatkan untuk menghasilkan keuntungan.

Review
  • Ketika trading, hal yang perlu Anda perhatikan dalam manajemen resiko adalah seberapa besar total kekayaan Anda yang siap Anda tempatkan ke dalam resiko. (Saran pada umumnya berkisar antara 20¬% dan 30%..
  • Hal lain yang perlu diperharikan ketika trading adalah manajemen resiko pergerakan harga, volatilitas, resiko margin dan juga resiko untuk posisi overnight
  • Rasio risk to reward akan memberikan perbandingan manajemen resiko yang diambil terhadap profit yang dihasilkan.

SISTEM TRADING


Sistem trading yang menguntungkan dan konsisten, banyak yang beranggapan sangat sulit untuk disusun. Sebetulnya Anda tidak harus menyusun sistem trading dengan serumit dan sesulit itu, sebab mayoritas trader yang berakhir rugi dalam trading bukan dikarenakan sistem trading mereka yang buruk, namun diakibatkan oleh emosi dan sikap tidak disiplin dengan peraturan yang sudah di tentukan. Dalam bisnis trading, jika emosi menjadi pengendali, Anda pasti akan gagal. Sehingga Anda juga memerlukan mindset sistem trading yang kuat dengan trading plan yang juga kuat.

Jika diringkas, sistem trading di bawah ini adalah alasan utama yang menyebabkan kegagalan dalam trading:
  • Salah menempatkan modal (tidak sesuai dengan produknya)
  • Kurang disiplin dan tidak ada trading plan
  • Tidak mempelajari pasar
  • Melakukan analisa/interpretasi yang kurang tepat
  • Mengejar pasar (masuk posisi walupun kriterianya belum memenuhi).
  • Tidak mau menerima kerugian (posisi ditahan tanpa menggunakan stop loss)
Untuk sistem trading tanpa emosi, ada empat tips yang sangat mudah yang akan membedakan antara pemenang dan pecundang;

1. Menyusun Trading Plan

Memiliki sebuah sistem trading plan dan dikuti supaya Anda mengetahui kapan untuk mengambil posisi dan kapan tidak mengambilnya. sistem trading ini sering dilupakan ketika sedang berada dalam kondisi profit.

Dalam sistem trading, Anda harus ambil posisi sesusai trading plan Anda dan bukan sesuai keaadan sekarang. Anda tidak akan mengetahui bahwa sistem trading akan berjalan baik atau buruk jika strategi tidak dijalankan secara konsisten dan alasan sistem trading terus diubah. Sering sekali trader tidak mengikuti sistem trading plan ketika sedang mengalami kerugian, padahal saat tersebut adalah saat-saat kritis dan paling menentukan bagi berkembangnya kemampuan sistem trading ke depan.
{break}
2. Sistem Trading; Simple dan Fleksibel 

Trader yang berhasil adalah trader yang sudah menerima bahwa tidak ada sistem trading yang akan berjalan baik selama lamanya. Walaupun trader yang berhasil sangat percaya terhadap sistem trading indikator teknikalnya, namun mereka juga menyadari bahwa terdapat banyak faktor lain yang mempengaruhi performanya.

Karena hal inilah mereka selalu membuka pikiran dan mencari ide baru, belajar dari pengalaman dan akan melakukan trial and error agar ketika sistem trading dievaluasi (pada periode tertentu), mereka dapat memperbaiki sistemnya atau mengubah metodologi sesuai keadan pasar dengan risk to reward yang menarik. Untuk menjadi trader yang sukses, Anda harus mengerti bagaimana sistem trading bereaksi pada saat pasar berubah dan ini akan selalu terjadi.

3. Fokus untuk menjadi konsisten 

Trader yang sudah berhasil lebih mementingkan sikap konsisten dibanding profit yang langsung atau cepat.
Jika Anda hanya beruntung pada satu transaksi dan memperoleh profit darinya, Anda masih belum memiliki strategi/ sistem trading yang baik dan Anda belum tentu akan bisa memperoleh profit yang konsisten untuk jangka waktu lama.

4. Take Action

Trader yang sukses akan selalu mengambil tindakan. Aktivitas trading mereka tidak akan terpengaruhi oleh rasa takut. Sebagai contoh, mereka tidak akan menahan posisi yang merugikan (yang tidak sesuai dengan rencana trading) sambil berharap bahwa posisi tersebut akan berbalik menjadi posisi yang menguntungkan.  Mereka juga tidak akan terburu-buru panik dalam mengambil tindakan yang tidak sesuai rencana sistem trading.

6 KARAKTER PEMENANG


Strategi trading dalam dunia investasi, memiliki strategi dan teknik masing masing untuk menganalisis dan mengambil keputusan transaksi. Beberapa diantara strategi trading mereka ada yang hanya menggunakan strategi trading fundamental (misalnya berdasarkan berita atau indikator terkini) atau hanya menggunakan faktor teknikal (misalnya mengamati grafik dan indikator harga) sementara beberapa strategi trading yang lain menggabungkan kedua jenis analisa di atas.

Dari sisi jenis strategi trading mereka, ada yang melakukan transaksi 2 atau 3 kali setahun (jangka waktu panjang), ada juga yang mengambil posisi hingga 50 kali transaksi per hari (jangka waktu yang sangat pendek dan hanya mencari keuntungan kecil dalam setiap transaksinya). Beberapa diantara mereka ada yang berhasil, baik dengan strategi trading yang sama maupun berbeda, menggunakan jangka waktu panjang maupun pendek, namun banyak pula yang gagal.

Mereka yang menghasilkan keuntungan di pasar secara konsisten jika dipertemukan strategi trading akan memiliki karakteristik dan pilosofi yang sama. Kami meringkas karakteristik tersebut agar memudahkan Anda dalam memahami dan mengaplikasikannya.

6 karakteristik dan pilosofi umum strategi trading yang dimiliki oleh trader yang berhasil adalah:

1.    Trading Plan

Keseluruhan trader yang sukses memiliki trading plan. Secara umum isi dari strategi trading plan tersebut adalah;

Penentuan secara spesifik kapan akan mengambil posisi dan kapan akan melikuidasi posisi tersebut. Penentuan resiko strategi trading yang juga spesifik. Kapan, di harga berapa kerugian akan di hentikan, berapa jumlah resiko maksimal yang akan diterima. Penyesuaian hasil trading dengan kapasitas transaksi. Penyesuaian strategi trading ini dilakukan baik ketika menghadapi keuntungan maupun kerugian, baik menggunakan leverage maupun tidak

Yang terpenting dalam strategi trading plan ini bukan hanya pada penyusunannya, namun lebih kepada pelaksanaannya. Trader yang sukses tersebut melaksanakan strategi trading dengan sabar dan disiplin rencana yang telah disusun, tidak mudah panik menghadapi kondisi pasar yang bergerak dinamis dan selalu menganggap bahwa trading adalah bisnis atau investasi jangka panjang.Setelah Anda menyusun strategi trading Anda sendiri, hal yang terbaik Anda lakukan adalah melaksanakan rencana tersebut dengan disiplin dan sabar. Waktu akan membantu Anda mengenali kapan strategi trading tersebut harus di review dan disesuaikan kembali.

2.    Menerima kerugian

Umumnya di atas 90% dari trader yang gagal adalah yang tidak pernah belajar menerima kerugian. Merasa bahwa keputusan mereka benar dan ketika terjadi kesalahan, strategi trading mereka fokus pada posisi yang yang mengalami kerugian dan melewatkan kesempatan transaksi lain yang muncul.
{break}
Trader yang sukses tidak pernah menganggap kerugian bersifat personal, bukan soal strategi trading siapa yang benar, tapi lebih kepada bagaimana menghasilkan keuntungan. Mereka yang berhasil adalah yang langsung menghentikan posisi (cut loss) ketika memahami kesalahan dan fokus pada peluang lain yang dapat dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan.

3. Mudah dan sederhana

Karakteristik trader sukses yang lain adalah bahwa mereka tidak membuat aturan transaksi menjadi rumit dan kompleks. Aturan transaksi strategi trading mereka simple dan mudah untuk diikuti atau disesuaikan dengan perubahan pasar yang konstan.

4. Hasil lebih baik dengan resiko yang kecil

Sebelum masuk posisi, trader sukses mempertimbangkan berapa potensi kerugian dan berapa potensi keuntungan. Jika strategi trading mereka menemukan peluang resiko yang tidak sepadan dengan keuntungan, maka mereka tidak akan mengambil posisi.

Trader sukses tidak terburu-buru dalam mengambil keuntungan, namun juga tidak akan menunggu hingga keuntungan berubah menjadi kerugian.

5. Mengikuti arah harga

Sejarah telah membuktikan bahwa strategi trading trader yang berhasil adalah trader yang hanya mengambil peluang transaksi yang sesuai dengan arah (trend) pasar. Hal ini juga berlaku bagi swing trader, yang mengambil posisi pendek dan cenderung berlawanan dengan trend besar. Strategi trading mereka mengambil posisi sesuai dengan trend dengan periode yang berbeda.

6. Jangan Over-trading

Trader yang sukses tidak akan terlibat atau terikat terlalu dalam terhadap satu posisi pada satu instrumen.

Banyak trader masuk posisi tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan strategi tradingnya. Tidak demikian halnya pada trader sukses, strategi trading mereka masuk posisi dengan alasan yang jelas, sesuai dengan seluruh kriteria yang ada dalam rencana strategi trading dan fokus pada keseluruhan rencana dan bukan hanya pada hasil posisi yang ada.

Walaupun sebagian besar trader sudah mengetahui poin penting strategi trading yang menentukan dalam keberhasilan trading, tapi sedikit dari mereka yang benar-benar mengaplikasikan strategi trading apa yang telah di ketahui. Pelaksanaan inilah yang membedakan antara trader sukses dan gagal.

Rabu, 28 Maret 2012

STRATEGY PERANG SAHAM


Investasi di saham merupakan pilihan yang cukup menarik saat ini. Cuman kita harus pintar-pintar mengatur strategy dan juga dalam memilih jenis saham yang akan kita beli. Sebenarnya ada banyak strategy dalam bermain saham ini. Salah satunya strategy ala Sun Tzu ini. Bermain saham tak ubahnya seperti berperang. Jadi selain taktik dan strategy, yang dibutuhkan juga kemampuan dalam mengambil waktu yang tepat. Dalam berperang kita akan melihat dulu kekuatan musuh. Seberapa besar kekuatan musuh yang kita hadapi. Berapa jumlah pasukannya. Senjata apa saja yang mereka miliki. Bagaimana kondisi mereka. Kira-kira strategy mana yang akan mereka pilih. Nah dengan mengetahui beberapa data tersebut…kita akan lebih mudah dalam menentukan strategy yang terbaik yang harus kita lakukan. Dalam saham siapa musuh kita…? Musuh kita banyak, salah satu diantaranya kondisi pasar global. Kalau pasar global naik berarti musuh sedang lengah. Saatnya kita untuk masuk. Namun bila kondisi pasar global turun…berarti kita harus mundur lebih dulu. Disinilah pentingnya disiplin alan Sun tzu. Jadi kita harus menetapkan kapan harus keluar dan kapan masuk. Batas nya berapa persen. Toh tidak selamanya saham turun terus atau naik terus. Kita harus tetapkan batasnya. Misalnya bila saham turun 5 % kita harus cut loss dulu..kemudian masuk lagi di posisi terbawah. Atau pada saat naik…kita harus jual pada posisi maksimal 10 %. Kalau aturan ini kita terapkan, kemungkinan kita akan lebih bisa mengendalikan portofolio kita. Musuh lainnya adalah para “bandar” pemilik modal besar. Baik asing maupun lokal. Mereka merupakan musuh yang amat sulit ditaklukan. Bahkan dalam terminology Bandar…harga saham bisa diatur oleh investor besar ini. Masih ingat kan ..banyak saham yang dikategorikan sebagai saham ‘gorengan’. Nah bagi pemilik modal besar….saham mana yang akan dipilih untuk diturunkan atau dinaikkan…semua bisa diatur. Sehingga bisa jadi pasar global mendukung….tapi kalau sang bandar ingin suatu saham turun…ya turun aja. Gampang lah bikin isu ini…itu..ujung-ujungnya agar saham turun. Orang yang punya pada lepas saham nya. Nah begitu sampai harga bawah..barulah sang bandar ini membeli dengan rakusnya…..HABB…… Untuk itu diperlukan informasi yang cepat dan akurat. Nah untuk urusan ini, anda bisa gabung ke beberapa milis seperti obrolan bandar, dll. Disitu akan memperoleh banyak informasi menarik. Tapi ingat…kita sendiri yang harus menyaringnya. Karena tidak semua informasi benar. Selain itu yang nggak kalah pentingnya adalah ” selalu sedia peluru” dalam kondisi apapun. Maksudnya apa nih…? Ibarat perang..pasukan yang kehabisan peluru lebih dahulu pasti akan kalah. Begitu pula dengan saham ini…kalau anda kehabisan peluru Dalam arti modal dalam portofolio anda…ya bersiaplah untuk kalah. Jadi berapapun investasi anda di saham..jangan sampai anda belikan semua saham di suatu waktu. Lebih baik anda bagi menjadi beberapa waktu bisa 3-5 kali. Jadi bagilah modal anda menjadi 5 bagian. Tiap bagian bisa masuk disuatu waktu. nanti kalau ada kenaikan ..maka yang satu bagian ini akan profit. Tetapi bila saham turun…anda bisa masuk lagi 1 bagian dan nati jual bila sudah naik. Disini anda mengalami nikmatnya profit disaat saham turun ataupun naik. Bersabar… Tips berikutnya adalah bersabar. Lho apa maksudnya….? Kalau saham naik jangan terburu-buru dijual. Begitu pula bila saham turun. Anda harus menetapkan batasannya. Dan ikuti batasan yang telah anda tetapkan. Tidak jarang begitu saham naik sedikit lalu kita jual. Setelah kita jual…eeeh malah naik terus….yesal kan kita. Jadi tetap bersabarlah pada saat naik dan juga pada saat turun. Kalau pada saat turun pakai aja patokan 3-5 % harus cut loss tergantung jenis sahamnya. Demikian tips main saham ala SunTzu…posisi saham turun turun turun......turun  turun  naik..... naik  turun  turun....
naik  naik  naik........naik naik   turun..... turun  naik  naik....strategy nya  averaging dulu    lau cut loss.

Senin, 05 Desember 2011

DAFTAR KODE SEKURITAS



KodeBroker Nama
AD  Kapita Sekurindo              
AF  Harita Kencana Securities     
AG  DONGSUH EFEK            
AH  MAKINTA EFEK            
AI  UOB KAY Hian EFEK       
AK  UBS EFEK INDONESIA      
AN  WANTEG Securindo              
AO  Elit Sekuritas ERDIKHA        
AP  PASIFIK MODAL               
AR  BINAARTHA Parama              
AT  PHINTRACO EFEK          
AY  Finan Corpindo NUSA           
AZ  SUCORINVEST TENGAH Gani      
BD  INDOMITRA EFEK          
BF  INTI FIKASA Securindo         
BJ  ANDALAN ARTHA ADVISINDO SEK.  
BK  JP Morgan EFEK Indones
BM  EFEK LUAR NEGERI           
BP  Bapindo Sekuritas BUMI        
BQ  DANPAC SEKURITAS              
BR  TRUST SECURITIES              
BS  EQUITY SECURITIES INDONESIA   
BW  BNP PARIBAS SECURITIES INDONES
BZ  BATAVIA PROSPERINDO SEKURITAS 
CC  MANDIRI SEKURITAS             
CD  MEGA CAPITAL INDONESIA        
CG  CITIGROUP SECURITIES INDONESIA
CP  VALBURY ASIA SECURITIES       
CS  CREDIT SUISSE SECURITIES IND  
DB  DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA 
DD  MAKINDO SECURITIES            
DG  TIGA PILAR SEKURITAS          
DH  SINARMAS SEKURITAS            
DM  MASINDO ARTHA SECURITIES      
DP  DBS VICKERS SECURITIES INDONES
DR  OSK NUSADANA SECURITIES       
DS  DINAR SECURITIES              
DU  REDIALINDO MANDIRI            
DX  BAHANA SECURITIES             
EL  EVERGREEN CAPITAL             
EP  MNC SECURITIES                
ES  EKOKAPITAL SEKURITAS          
FG  NOMURA INDONESIA              
FM  JJ NAB CAPITAL TBK            
FO  FORTE MENTARI SECURITIES      
FS  AMCAPITAL INDONESIA           
FZ  WATERFRONT SECURITIES IND.    
GA  BLOOM NUSANTARA CAPITAL       
GI  MAHASTRA CAPITAL              
GR  PANIN SEKURITAS Tbk.          
GW  HSBC SECURITIES INDONESIA     
HD  HD CAPITAL Tbk.               
HG  RBS ASIA SECURITIES INDONESIA 
HK  BRENT SECURITIES              
HP  HENAN PUTIHRAI                
ID  ANUGERAH SECURINDO INDAH      
IF  SAMUEL SEKURITAS INDONESIA    
IH  PACIFIC 2000 SECURITIES       
II  DANATAMA MAKMUR               
IN  INVESTINDO NUSANTARA SEKURITA 
IP  ASJAYA INDOSURYA SECURITIES   
IT  INTITELADAN  ARTHASWADAYA     
IU  INOVASI UTAMA SEKURINDO       
KC  MAJAPAHIT SECURITIES Tbk.     
KI  CIPTADANA SECURITIES          
KK  PHILLIP SECURITIES INDONESIA  
KS  KRESNA GRAHA SEKURINDO Tbk.   
KW  MADANI SECURITIES             
KZ  CLSA INDONESIA                
LG  TRIMEGAH SECURITIES Tbk.      
LH  NC SECURITIES                 
LK  RECAPITAL SECURITIES          
LS  RELIANCE SECURITIES           
MG  SEMESTA INDOVEST              
MI  VICTORIA SEKURITAS            
ML  MERRILL LYNCH INDONESIA       
MU  MINNA PADI INVESTAMA          
NI  BNI SECURITIES                
OD  DANAREKSA SEKURITAS           
OK  NET SEKURITAS                 
PC  FIRST ASIA CAPITAL            
PD  INDO PREMIER SECURITIES       
PF  DANASAKTI SECURITIES          
PG  PANCA GLOBAL SECURITIES       
PI  E-CAPITAL SECURITIES          
PK  PRATAMA CAPITAL INDONESIA     
PO  PILARMAS INVESTINDO           
PP  ALDIRACITA CORPOTAMA          
PS  PARAMITRA ALFA SEKURITAS      
QA  PRIME CAPITAL SECURITIES      
RB  NIKKO SECURITIES INDONESIA    
RF  BUANA CAPITAL                 
RG  PROFINDO INTERNATIONAL SECURIT
RO  NISP SEKURITAS                
RS  YULIE SEKURINDO               
RX  MACQUARIE CAPITAL SEC. IND.   
SC  SENNI CAHAYA                  
SH  ARTHA SECURITIES INDONESIA    
SM  MILLENIUM DANATAMA SEKURITAS  
SQ  DINAMIKA USAHAJAYA            
SS  SUPRA SECURINVEST             
TA  CITI PACIFIC SECURITIES       
TF  UNIVERSAL BROKER INDONESIA    
TP  TRANSASIA SECURITIES          
TS  DWIDANA SAKTI SEKURINDO       
TX  DHANAWIBAWA ARTA CEMERLANG    
XA  WOORI KORINDO SECURITIES INDON
XC  PRIMASIA SECURITIES           
XL  MAHAKARYA ARTHA SECURITIES    
YB  JASA UTAMA CAPITAL            
YJ  LAUTANDHANA SECURINDO         
YO  AMANTARA SECURITIES           
YP  eTRADING SECURITIES  (Full online)
YU  CIMB SECURITIES INDONESIA     
ZP  KIM ENG SECURITIES            
ZR  BUMIPUTERA CAPITAL INDONESIA  

Sabtu, 07 Mei 2011

BOLLINGER BAND

Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading.
Konsep Dasar
Bollinger Band ditemukan oleh John Bollinger pada awal tahun 80-an dan telah menjadi salah satu analisa teknikal yang banyak digunakan oleh para trader dan analis pasar. Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading. Dalam perhitungannya, Bollinger Band tidak menggunakan kalkulasi persentase seperti moving average pada umumnya, melainkan melalui penambahan dan pembagian kalkulasi standar deviasi.

Bollinger Bands

Apa artinya hal itu? Standar deviasi adalah sebuah rumus matematika yang mengukur volatilitas, menunjukkan bagaimana harga dapat berfluktuasi disekitar ‘nilai sebenarnya’. Hampir semua pergerakan harga dapat dipastikan bergerak diantara dua garis Bollinger.

Bollinger Band terdiri dari satu garis tengah dan dua garis channel harga, satu diatas garis tengah dan satu dibawah. Garis tengah adalah sebuah exponential moving average, bisa juga menggunakan simple moving average dan garis channel adalah standar deviasi dari harga. Garis channel harga akan bergerak meluas dan menyempit sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Garis tengah digunakan sebagai basis untuk menghitung garis atas dan garis bawah.
Rumus Bollinger Band
Untuk menghituing Bollinger, biasanya 20 periode akan digunakan sebagai default, tetapi angka ini bisa saja disesuaikan dengan keinginan dan tujuan kita.
Garis Tengah Bollinger Band = Exponensial/Simple Moving Average 20 PeriodeGaris Atas Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger + (2 * Standar Deviasi 20 Periode)Garis Bawah Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger – (2 * Standar Deviasi 20 Periode)

Dua hal penting yang didapat dari Bollinger Band adalah kisaran (BandWidth), ukuran relative dari jarak antar garis, dan %b, ukuran dimana posisi harga terakhir dibandingkan dengan garis Bollinger.BandWidth = (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger) / Garis Tengah Bollinger%b = (Harga Terakhir – Garis Bawah Bollinger) / (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger)

MAIN SAHAM TIDAK MUDAH

Memulai Main Saham Sangatlah Mudah

Beberapa tahun belakangan ini—ketika banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan internet trading—calon investor di Bursa Efek Indonesia bisa mulai main saham dengan modal hanya Rp 5 juta. Syarat-syarat administrasi juga sangat mudah: mengisi formulir lalu melampirkan fotokopi KTP dan NPWP. Selang beberapa hari sang investor sudah bisa mulai jual-beli saham melalui internet.

Amat sangat mudah. Amat sangat cepat.

Saking mudah dan cepatnya proses untuk memulai main saham ini, banyak orang awam yang berangan-angan untuk berhenti dari pekerjaannya yang membosankan, mulai berbisnis main saham, dan menjadi kaya dalam beberapa tahun.

Lagi-lagi saya akan membuyarkan mimpi indah ini.

(Saya kadang merasa sangat jahat selalu membuyarkan mimpi indah orang. Tapi saya akan merasa lebih bersalah kalau membiarkan investor awam menghamburkan dan menghabiskan semua tabungannya di bursa saham karena ia tidak pernah diperingati bahwa main saham sebenarnya sangat sulit.)

Mudah untuk memulai main saham—istilah kerennya low barrier-of-entry—tidak berarti mudah pula untuk mendapat UNTUNG dari main saham. Malahan sebaliknya.


Mengapa?


Bisnis apapun yang barrier-of-entry (halangan untuk masuk)-nya rendah berarti siapapun bisa masuk. Kalau siapapun bisa masuk, berarti persaingan sangatlah ketat. Dengan persaingan ketat ini berarti sangatlah sulit untuk sukses.

Coba anda pikirkan, adakah bisnis atau profesi yang mana dapat dilakukan siapa saja dan yang mana pelakunya sukses semua. Kalau ada, pasti semua orang sudah masuk ke bisnis atau profesi tersebut dan tidak ada lagi orang melakukan bisnis dan profesi lain. Secara logika, hal ini tidak mungkin ada.

Logika bahkan mendikte bahwa bisnis dengan low barrier-of-entry harus bersifathigh barrier-to-succeed (halangan tinggi untuk sukses). Artinya, para pelaku bisnis itu akan terseleksi secara alamiah: yang berkemampuan (fisik, mental, pengetahuan, keahlian, finansial, dan lain-lain) rendah akan tersingkir, yang berkemampuan sedang akan bertahan untuk hidup layak, dan hanya segelintir yang berkemampuan tinggi akan menggapai sukses.

Cukup banyak orang yang punya suara yang indah, tapi berapa banyak yang sukses jadi penyanyi? Ada banyak orang yang pandai memasak, tapi berapa banyak yang sukses menjadi wiraswasta restoran? Banyak orang membuka usaha warung, tapi berapa yang sukses? Ada banyak orang yang punya modal Rp 5 juta untuk mulai main saham, tapi berapa banyak yang bisa kaya dari saham?

Saya tidak mengatakan bahwa seorang pemula tidak mungkin sukses main saham. Kemungkinan selalu ada. Yang saya katakan di sini adalah: Jangan menyamakan kemudahan untuk mulai main saham (low barrier-of-entry) dengan kemudahan untuk menjadi sukses dari main saham (low barrier-to-succeed). Anda malahan harus menyadari kebalikannya: