Sabtu, 07 Mei 2011

BOLLINGER BAND

Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading.
Konsep Dasar
Bollinger Band ditemukan oleh John Bollinger pada awal tahun 80-an dan telah menjadi salah satu analisa teknikal yang banyak digunakan oleh para trader dan analis pasar. Bollinger Band terdiri dari tiga garis – atas, tengah, dan garis bawah – yang digunakan untuk melihat pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu. Teknik ini dikembangkan dengan menggunakan moving average dengan dua garis patokan trading. Dalam perhitungannya, Bollinger Band tidak menggunakan kalkulasi persentase seperti moving average pada umumnya, melainkan melalui penambahan dan pembagian kalkulasi standar deviasi.

Bollinger Bands

Apa artinya hal itu? Standar deviasi adalah sebuah rumus matematika yang mengukur volatilitas, menunjukkan bagaimana harga dapat berfluktuasi disekitar ‘nilai sebenarnya’. Hampir semua pergerakan harga dapat dipastikan bergerak diantara dua garis Bollinger.

Bollinger Band terdiri dari satu garis tengah dan dua garis channel harga, satu diatas garis tengah dan satu dibawah. Garis tengah adalah sebuah exponential moving average, bisa juga menggunakan simple moving average dan garis channel adalah standar deviasi dari harga. Garis channel harga akan bergerak meluas dan menyempit sesuai dengan pergerakan harga yang terjadi. Garis tengah digunakan sebagai basis untuk menghitung garis atas dan garis bawah.
Rumus Bollinger Band
Untuk menghituing Bollinger, biasanya 20 periode akan digunakan sebagai default, tetapi angka ini bisa saja disesuaikan dengan keinginan dan tujuan kita.
Garis Tengah Bollinger Band = Exponensial/Simple Moving Average 20 PeriodeGaris Atas Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger + (2 * Standar Deviasi 20 Periode)Garis Bawah Bollinger Band = Garis Tengah Bollinger – (2 * Standar Deviasi 20 Periode)

Dua hal penting yang didapat dari Bollinger Band adalah kisaran (BandWidth), ukuran relative dari jarak antar garis, dan %b, ukuran dimana posisi harga terakhir dibandingkan dengan garis Bollinger.BandWidth = (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger) / Garis Tengah Bollinger%b = (Harga Terakhir – Garis Bawah Bollinger) / (Garis Atas Bollinger – Garis Bawah Bollinger)

MAIN SAHAM TIDAK MUDAH

Memulai Main Saham Sangatlah Mudah

Beberapa tahun belakangan ini—ketika banyak perusahaan sekuritas yang menawarkan internet trading—calon investor di Bursa Efek Indonesia bisa mulai main saham dengan modal hanya Rp 5 juta. Syarat-syarat administrasi juga sangat mudah: mengisi formulir lalu melampirkan fotokopi KTP dan NPWP. Selang beberapa hari sang investor sudah bisa mulai jual-beli saham melalui internet.

Amat sangat mudah. Amat sangat cepat.

Saking mudah dan cepatnya proses untuk memulai main saham ini, banyak orang awam yang berangan-angan untuk berhenti dari pekerjaannya yang membosankan, mulai berbisnis main saham, dan menjadi kaya dalam beberapa tahun.

Lagi-lagi saya akan membuyarkan mimpi indah ini.

(Saya kadang merasa sangat jahat selalu membuyarkan mimpi indah orang. Tapi saya akan merasa lebih bersalah kalau membiarkan investor awam menghamburkan dan menghabiskan semua tabungannya di bursa saham karena ia tidak pernah diperingati bahwa main saham sebenarnya sangat sulit.)

Mudah untuk memulai main saham—istilah kerennya low barrier-of-entry—tidak berarti mudah pula untuk mendapat UNTUNG dari main saham. Malahan sebaliknya.


Mengapa?


Bisnis apapun yang barrier-of-entry (halangan untuk masuk)-nya rendah berarti siapapun bisa masuk. Kalau siapapun bisa masuk, berarti persaingan sangatlah ketat. Dengan persaingan ketat ini berarti sangatlah sulit untuk sukses.

Coba anda pikirkan, adakah bisnis atau profesi yang mana dapat dilakukan siapa saja dan yang mana pelakunya sukses semua. Kalau ada, pasti semua orang sudah masuk ke bisnis atau profesi tersebut dan tidak ada lagi orang melakukan bisnis dan profesi lain. Secara logika, hal ini tidak mungkin ada.

Logika bahkan mendikte bahwa bisnis dengan low barrier-of-entry harus bersifathigh barrier-to-succeed (halangan tinggi untuk sukses). Artinya, para pelaku bisnis itu akan terseleksi secara alamiah: yang berkemampuan (fisik, mental, pengetahuan, keahlian, finansial, dan lain-lain) rendah akan tersingkir, yang berkemampuan sedang akan bertahan untuk hidup layak, dan hanya segelintir yang berkemampuan tinggi akan menggapai sukses.

Cukup banyak orang yang punya suara yang indah, tapi berapa banyak yang sukses jadi penyanyi? Ada banyak orang yang pandai memasak, tapi berapa banyak yang sukses menjadi wiraswasta restoran? Banyak orang membuka usaha warung, tapi berapa yang sukses? Ada banyak orang yang punya modal Rp 5 juta untuk mulai main saham, tapi berapa banyak yang bisa kaya dari saham?

Saya tidak mengatakan bahwa seorang pemula tidak mungkin sukses main saham. Kemungkinan selalu ada. Yang saya katakan di sini adalah: Jangan menyamakan kemudahan untuk mulai main saham (low barrier-of-entry) dengan kemudahan untuk menjadi sukses dari main saham (low barrier-to-succeed). Anda malahan harus menyadari kebalikannya: